Senin, 08 Juli 2013

Analisis Lap. Keuangan dan Rasio (sofskil semstr6)




ANALISIS  LAPORAN KEUANGAN DAN RASIO

I.  Pengertian  Laporan keuangan
            Menurut Mamduh M. Hanafi dan Abdul Halim, dalam buku Analisis Laporan Keuangan (2002:63), Laporan Keuangan adalah laporan yang diharapkan bisa memberi informasi mengenai perusahaan, dan digabungkan dengan informasi yang lain, seperti industri, kondisi ekonomi, bisa memberikan gambaran yang lebih baik mengenai prospek dan risiko perusahaan.
Dalam Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Laporan Keuangan adalah :
“Laporan yang menggambarkan dampak keuangan dari transaksi dan peristiwa lain yang diklasifikasikan dalam beberapa kelompok besar menurut karakteristik ekonominya”. (IAI, 2002 : par 47)
Menurut Sofyan S. Harahap, dalam buku Analisa Kritis Atas Laporan Keuangan (2006:105), laporan keuangan adalah laporan yang menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu.

II. Jenis Jenis Laporan Keuangan
            Laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan terdiri dari beberapa jenis, tergantung dari maksud dan tujuan pembuatan laporan keuangan tersebut. Masing- masing laporan keuangan memiliki arti sendiri dalam melihat kondisi keuangan perusahaan, baik secara bagian, maupun secara keseluruhan. Namun, dalam praktiknya perusahaan dituntut untuk menyusun beberapa jenis laporan keuangan yang sesuai dengan standar yang telah ditentukan, terutama untuk kepentingan diri seniri maupun untuk kepentingan pihak lain.
Penyusunan laporan keuangan terkadang disesuikan juga dengan kondisi perubahan kebutuhan perusahaan. Artinya jika tidak ada perubahan dalam laporan tersebut, tidak perlu dibuat, sebagai contoh laporan perubahan modal atau laporan catatan atas laporan keuangan. Atau dapat pula laporan keuangan dibuat hanya sekedar tambahan, untuk memperkuat laporan yang sudah dibuat.
Dalam prakteknya, secara umum ada lima jenis laporan keuangan yang biasa disusun, yaitu : 
1.      Neraca
2.      Laporan Laba Rugi
3.      Laporan Perubahan Modal
4.      Laporan Arus Kas
5.      Laporan Catatan Atas Laporan Keuangan
1. Neraca (balance sheet) merupakan laporan yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada tanggal tertentu. Arti dari posisi keuangan dimaksudkan adalah posisi jumlah dan jenis aktiva (harta) dan pasiva (kewajiban dan ekuitas) suatu perusahaan.
2.  Laporan laba rugi (income statement) merupakan laporan keuangan yang menggambarkan hasil usaha perusahaan dalam suatu periode tertentu. Dalam laporan laba rugi ini tergambar jumlah pendapatan dan sumber-sumber pendapatan yang diperoleh. Kemudian, juga tergambar jumlah biaya dan jenis-jenis buaya yang dikeluarkan selam periode tertentu. Dari jumlah pendapatan dan jumlah biaya ini terdapat selisih yang disebut laba atau rugi. Jika jumah pendapatan lebih besar dari jumlah biaya, perusahaan dikatakan laba. Sebaliknya bila jumlah pendapatan lebih kecil dari jumlah biaya, perusahaan dikatakan rugi
3.  Laporan Perubahan Modal merupakan laporan yang berisi jumlah dan jenis modal yang dimiliki  pada saat ini. Kemudian, laporan ini juga menjelaskan perubahan modal dan sebab-sebab terjadinya perubahan modal di perusahaan. Laporan perubahan modal jarang dibuat bila tidak terjadi perubahan modal. Artinya laporan ini baru dibuat bila memang ada perubahan modal.
4.  Laporan arus kas merupakan laporan yang menunjukkan semua aspek yang berkaitan dengan kegiatan perusahaan, baik yang berpengaruh langsung atau tidak langsung terhadap kas.  Laporan arus kas harus disusun berdasarkan konsep kas selama periode laporan. Laporan kas terdiri arus kas masuk (cash in) dan arus kas keluar (cash out) selama periode tertentu. Kas masuk terdiri uang yang masuk ke perusahaan, seperti hasil penjualan atau penerimaan lainnya, sedangkan kas keluar merupakan sejumlah pengeluaran dan jenis-jenis pengeluarannya, seperti pembayaran biaya operasiona perusahaan.
5.  Laporan catatan atas laporan keuangan merupakan laporan yang memberikan informasi apabila ada laporan keuangan yang memerlukan penjelasan tertentu. Artinya terkadang ada komponen atau nilai dalam laporan keuangan yang perlu diberi penjelasan terlebih dahulu sehingga jelas. Hal ini perlu dilakukan agar pihak-pihk yang berkepentingan tidak salah dalam menfsirkannya.

III. Manfaat Adanya Laporan Keuanga
            Laporan keuangan merupakan alat yg sangat penting utk mendapatkan informasi sehubungan dgn posisi keuangan dan hasil-hasil yg dicapai oleh perusahaan. Data keuangan tersebut akan lbh berarti jika diperbandingkan dan dianalisis lbh lanjut sehingga dapat diperoleh data yg dapat mendukung keputusan yg diambil.
Menurut Statement of Financial Accounting Concept No. 1 tujuan dan manfaat laporan keuangan adalah:
1.    Pelaporan keuangan harus menyajikan informasi yg dapat membantu investor kreditor dan pengguna lain yg potensial dalam membuat keputusan lain yg sejenis secara rasional.
2.    Pelaporan keuangan harus menyajikan informasi yg dapat membantu investor kreditor dan pengguna lain yg potensial dalam memperkirakan jumlah waktu dan ketidakpastian penerimaan kas di masa yg akan datang yg berasal dari pembagian deviden ataupun pembayaran bunga dan pendapatan dari penjualan.
3.    Pelaporan keuangan harus menyajikan informasi tentang sumber daya ekonomi perusahaan. Klaim atas sumber daya kepada perusahaan atau pemilik modal.
4.    Pelaporan keuangan harus menyajikan informasi tentang prestasi perusahaan selama satu periode. Investor dan kreditor sering menggunakan informasi masa lalu utk membantu menaksir prospek perusahaan.
Menurut PSAK (2004) pihak-pihak yg memanfaatkan laporan keuangan adl (IAI2004) :
1.    Investor. Penanam modal berisiko dan penasehat mereka berkepentingan dgn risiko yg melekat serta hasil pengembangan dari investasi yg mereka lakukan. Mereka membutuhkan informasi utk membantu menentukan apakah harus membeli menahan atau menjual investasi tersebut. Pemegang saham juga tertarik pada informasi yg memungkinkan mereka utk menilai kemampuan perusahaan utk membayar dividen.
2.    Karyawan. Karyawan dan kelompok-kelompok yg mewakili mereka tertarik pada informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas perusahaan. Mereka juga tertarik dgn informasi yg memungkinkan mereka utk menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa manfaat pensiun dan kesempatan kerja.
3.    Pemberi pinjaman. Pemberi pinjaman tertarik dgn informasi keuangan yg memungkinkan mereka utk memutuskan apakah pinjaman serta bunga dapat dibayar pada saat jatuh tempo.
4.    Pemasok dan kreditor usaha lainnya. Pemasok dan kreditor usaha lain tertarik dgn informasi yg memungkinkan mereka utk memutuskan apakah jumlah yg terhutang akan dibayar pada saat jatuh tempo. Kreditor usaha berkepentingan pada perusahaan dalam tenggang waktu yg lbh pendek daripada pemberi pinjaman kecuali kalau sebagai pelanggan utama mereka tergantung pada kelangsungan hidup perusahaan.
5.    Pelanggan. Para pelanggan berkepentingan dgn informasi mengenai kelangsungan hidup perusahaan terutama kalau mereka terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan atau tergantung pada perusahaan.

6.    Pemerintah. Pemerintah dan berbagai lembaga yg berada di bawah kekuasaa berkepentingan dgn alokasi sumber daya dan krn ini berkepentingan dgn aktivitas perusahaan mereka menetapkan kebijakan pajak dan sebagai dasar utk menyusun statistik pendapatan nasional dan statistik lainnya.
7.    Masyarakat. Perusahaan mempengaruhi anggota masyarakat dalam berbagai cara. Misal perusahaan dapat memberikan kontribusi berarti pada perekonomian nasional termasuk jumlah orang yg dipekerjakan dan perlindungan kepada penanam modal domestik. Laporan keuangan dapat membantu masyarakat dgn menyediakan informasi kecenderungan (trend) dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan serta rangkaian aktivitasnya.

IV.  Analisa Laporan Keuanga
         Analisa Laporan Keuangan terdiri dari dua kata Analisa dan Laporan Keuangan. Untuk menjelaskan pengertian kata ini maka kita dapat menjelaskannya dari arti masing-masing kata. Kata analisa adalah memecahkan atau menguraikan sesuatu unit menjadi berbagai unit terkecil. Sedangkan laporan keuangan adalah Neraca, Laba/Rugi, dan Arus Kas (Dana). Kalau dua pengertian ini digabungkan maka analisa laporan keuangan berarti:
Menguraikan pos-pos laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil dan melihat hubungannya yang bersifat signifikan atau yang mempunyai makna antara satu dengan yang lain baik antara data kuantitatif maupun data nonkuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui kondisi keuangan lebih dalam yang sangat penting dalam proses menghasilkan keputusan yang tepat (Sofian Syafri Harahap, 1998:190).

Pengertian analisis laporan keuangan (financial statement analysis) menurut Soemarso (2006:430), adalah hubungan antara suatu angka dalam laporan keuangan dengan angka lain yang mempunyai makna atau dapat menjelaskan arah perubahan (trend) suatu fenomena.










V. Pengertian dan Jenis Jenis Ratio
            Analisis rasio keuangan adalah alat yang paling bermanfaat untuk menentukan berbagai aktivitas usaha yang dijalankan. Pengamatan dan analisis yang memadai atas hasil analisis rasio keuangan dapat membantu manajemen untuk menemukan kelaaemahan dan keunggulan perusahaan (Lukuirman,1999:13).

Pada dasarnya macam atau jumlah rasio itu banyak sekali yaitu sesuai dengan kebutuhan penganalisis, namun angka-angka rasio yang ada pada dasarnya dapat digolongkan menjadi dua golongan atau kelompok (Munawir, 2001:68), yakni : Pertama, berdasarkan sumber data keuangan yang merupakan unsur atau elemen dari angka rasio tersebut. Kedua, berdasarkan tujuan dari penganalisa.

Apabila dilihat dari sumbernya dari mana rasio itu dibuat, maka rasio keuangan dapat digolongkan kedalam 3 golongan, yaitu :
1.    Rasio-rasio neraca (Balance sheet rations), ialah rasio-rasio yang disusun dari data yang berasal dari neraca, misalnya current ratio, acid test ratio, current assets to total assets ratio, current liabilities to total asset ratio dan lain sebagainya.
2.    Rasio-rasio laporan rugi laba (Income statement ratios), ialah rasio-rasio yang disusun dari data yang berasal dari income statement, gross profit margin, net operating margin, operating ratio dan lain sebagainya.
3.    Rasio-rasio antar laporan (Inter-Statement ratios), ialah rasio-rasio yang disusun dari data yang berasal dari neraca dan data lainnya berasal dari income statement, misalnya assets turnover, receivables turnover dan lain sebagainya.

Menurut Bambang Riyanto dalam bukunya Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan (BPFE Yogyakarta, 2001:331), pengelompokan rasio-rasio keuangan yaitu sebagai berikut :
1.    Rasio Likuiditas adalah rasio-rasio yang dimaksud untuk mengukur likuiditas perusahaan (Current ratio, Acid test ratio).
2.    Rasio Leverage adalah rasio-rasio yang dimaksudkan  untuk mengukur sampai berapa jauh aktiva perusahaan dibiayai dengan hutang (Debt to total assets ratio, net worth to debt ratio dan lain sebaginya).
3.    Rasio-rasio Aktivitas, yaitu rasio-rasio yang dimaksudkan untuk mengukur sampai berapa besar efektivitas perusahaan dalam mengerjakan sumber-sumber dananya (Inventory turnover, average collection period dan lain sebagainya).
4.    Rasio-rasio Profitabilitas, yaitu rasio-rasio yang menunjukkan hasil akhir dari sejumlah kebijaksanaan dan keputusan-keputusan (profit margin on Sales, Return on total assets, Return on net worth dan lain sebagainya).

Menurut Hampton (1999:110), rasio keuangan dapat dikelompokan menjadi 3 kategori yaitu :
1.    Rasio likuiditas, bertujuan menguji kecukupan dana, solvency perusahaan, kemampuan perusahaan membayar kewajiban-kewajiban yang segera harus dipenuhi.
2.    Rasio profitabilitas, bertujuan mengukur efiesiensi aktivitas perusahaan dan kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan.
3.    Rasio Pemilik, berkaitan langsung atau tidak langsung dengan keuntungan dan likuiditas, membantu pemilik saham dalam mengevaluasi aktivitas dan kebijaksanaan perusahaan yang berpengaruh terhadap harga saham dipasaran.

Sedangkan menurut Weston dan Brigham (2001:138), rasio dapat dikategorikan sebagai berikut :
1.    Rasio likuiditas, bertujuan mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
2.    Rasio leverage, bertujuan mengukur sejauh mana kebutuhan keuangan perusahaan dibelanjai dan dana pinjaman.
3.    Rasio aktivitas, bertujuan mengukur efektivitas perusahaan dalam mengoperasikan dana.
4.    Rasio profitabilitas, bertujan mengukur efektivitas manajemen yang tercermin pada imbalan hasil dari investasi melakukan kegiatan penjualan.
5.    Rasio pertumbuhan, bertujuan mengukur kemampuan perusahaan dalam mempertahankan kedudukannya dalam pertumbuhan perekonomian dan dalam industri.
6.    Rasio evaluasi, bertujuan mengukur performance perubahan secara keseluruhan karena rasio ini merupakan pencerminan dari rasio risiko dan rasio imbalan hasil.

































Selasa, 27 November 2012


Nama  : Sri Rahayuningsih
         NPM     : 46210671
         Kelas      : 3DA04

         Hypermarket Carrefour

Carrfeour di Indonesia memulai sejarahnya di Indonesia pada bulan Oktober 198 dengan membuka unit pertma di Cempka putih. Pada saat yang sama, Continet, juga sebuah paserba dari perancis, membuka unit pertama nya di pasar Festival. Pada penghujung 1999, Carrefour dan promodes (induk perusahaan Continet) sepakat untuk melakukan penggabungan atas semua usahanya di seluruh dunia. Penggabungan ini membentuk suatu grup usaha ritel tersebar kedua di dunia dengan memakai nama Carrefour.
Dengan terbentuknya Carrefour baru ini, maka segala sumber daya yang dimiliki kedua group tadi menjadi difokuskan untuk lebih memenuhi dan memuaskan kebutuhan pelanggan kami. Penggabungan ini memungkinkan Hypermarket Carrefour untuk meningkatkan kinerja Hypermarket Carrefour itu sendiri. Fokus terhadap konsumen ini kami terjemahkan dalam 3 pilar utama kami, yang diyakini akan dapat membuat Hypermarket Carrefour menjadi pilihan tempat belanja bagi para konsumen Indonesia. Ketiga pilar utama tersebut adalah sebagai berikut.

1.         Harga yang bersaing
2.         Pilihan yang lengkap
3.         Pelayanan yang memuaskan

Saat ini Hypermarket Carrefour Indonesia memiliki 22 (dua puluh dua) yang tersebar di Jakarta, Medan, Palembang, Makasar, yogyakarta, Surabaya, dan Bandung yang didukung lebih dari 7,500 (tujuh ribu lima ratus karyawan) profesional yang siap untuk melayani para konsumen.
Konsep Hypermarket Carrefour merupakan konsep perdagangan eceran yang diciptakan oelh Carrefour yang dirancang untuk memuaskan para konsumen di Indonesia, terutama di Jakarta, Hypermarket Carrefour dengan cepat menjadi suatu alternatif belanja pilihan bagi seluruh keluarga. Ditambah dengan adanya fasilitas-fasilitas counter lain seperti snack corner, food court dan sebagainya. Untuk meningkatkan daya saing terhadap hypermarket lainnya, Hypermarket Carrefour memberikan fasilitas lain seperti :

1.    Jaminan Harga lebih murah
2.    Penukaran dan pembatalan pembelian
3.    Parkir Gartis
4.    Pengiriman Gratis  
5.    Simpel (sistem pembulatan)
6.    Kartu Belanja.

                        Kartu Belanja
                        Kartu Belanja adalah salah satu fasilitas yang disediakan
Hypermarket Carrfeour. Kartu belanja ini mempunyai 3 Fungsi, yaitu

1.    Fungsi Kredit Cicilan
Bisa mencicil hingga 24 bulan semua pembelanjaan dengan minimum transaksi Rp.250,000; termasuk belanja keperluan sehari-hari disetiap kasir Hypermarket Carrefour. Bungan sangat bersaing.

                    kartu belanja 2
                                      Gambar 2.1
                                                           Kartu Belanja

2.    Fungsi Kredit Berjangka
Bisa mencicil barang-barang elektronik, peralatan rumah tangga, furniture dan telepon genggam di seluruh Hypermarket Carrefour maupun toko lainnya di outlet sumber kredit, khususnya transaksi di Hypermarket Carrefour dengan bunga lebih rendah dibandingkan dengan toko lain.

3.    Fungsi Kartu Kredit
                    Bisa menggunakan Kartu Belanja di Carrefour di lebih
dari 30 juta tempat belanja di Indonesia maupun di luar negeri dan dapat digunakan untuk menarik uang
tunai dari 820.000 ATM yang memasang logo MasterCard.

Keuntungan tambahan dari Kartu Belanja ini adalah mendapatkan diskon langsung, iuran tahunan gratis selamanya, proses aplikasi cepat, kemudahaan pembayaraan, pelayanan memuaskan.


Kamis, 11 Oktober 2012

sofskil semester 5


    Sistem / Prosedur pada Perusahaan Mulford
BRAND MANAGER
           

 



CUSTOMER
 
                                                                                                                       
 


SALES RETAIL
 

SUPERVISOR   SALES



 
                                                               
 




DELIVERY
 

WAREHOUSE
 

DO/INVOICE
 

CUSTOMER SERVICE

 
                                               
 





ACCOUNTING
 
                                                                                                           


Ket:

alur atau proses sistem kerja di PT. Mulford Indonesia yang bergerak dibidang peroduksi dan penjualan fyber.semua proses dalam pembuatan do/ inv dan accounting menngunakan sistem autocon accounting.                  
opini tentang kelebihan dan kelemahan applicasi Ecomarse:
contohnya:
GlodokShop.com
Cinema xx1
Kelebihannya:
1. kita dapat cepat mengaksess dan mengetahui jadwal film yang terbaru dan yang akan tayang dan sesuai jadwal yang kita inginkan
2. Menghemat waktu karena kita tidak perlu langsung datang ke cinema XX1 tersebut

Kekurangannya:

1. Serching aga sulit karena disesuaikan dengan sinyal atau jaringan yg ada
2. Terkadang perosessnya aga lama dalam pembokingan jadwal filmnya
3. Hotline yang kita hubungi sibuk dan membuat kita menunggu terlalu lama

Toko bagus.com
Kelebihannya:
1. Mengakses website aga cepat dan tidak berat
2. Barang yang dijual lengkap dan sesuai perkembangan jaman
3. Harga yang ditwarkan cukup murah
4. Stock barang banyak
5. Media pembayarannya lengkap via Bank, sehingga memudahkan customer untuk melakukan 
   pembayaran



Kekurangnnya:

1. Hotline service yang dihubungi terkadang suka sibuk
2. Barang tidak sesuai dengan gambar yang ada
3. kondisi brang kita terima rusak ( cacat) dan susah untuk mendapatkan pergantian atas kekurangan atau kerusakan barang yang sudah diterima untuk diganti dengan yang baru



 

Minggu, 24 Juni 2012


Tugas sofskil 5

Pengawsan (controlling)

Pengawasan adalah:
a. pengukuran dan pengkoreksian semua tindakan yang dilakukan para pegawai untuk
    menjamin tercapainya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya
b. mengamati, menganalisis arah gerak beserta hasil-hasilnya dan mengetahui bilamana,
   dimana dan bagaimana menanggulangi penyimpangan dalam kegiatan usaha
c. tindak lanjut dari fungsi-fungsi menajemen lainnya dan berpedoman pada perencanaan,
    pengorganisasian, pengarahan dan pengkoordinasian.

Langkah-langkah dalam menjalankan pengawasan, adalah:

a. penentuan apa yang akan dicapai dalam organisasi pengelolaan usaha
b. memperbaiki tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan standar kerja
c. apabila ditemukannya penyimpangan dalam pengelolaan usaha, maka perlu adanya
    tindakan perbaikan. Ada dua kemungkinan penyebab terjadinya penyimpangan dalam
    pengelolaan usaha, antara lain:
1. karyawan tidak mampu menyesuaikan diri dengan standar kerja
2. standar kerja yang ditetapkan mungkin terlalu berat untuk dikerjakan para karyawan.



Dengan adanya fungsi pengawasan, maka perlu diadakannya tindakan-tindakan perbaikan berupa:

a. perbaikan metode kerja
b. perbaikan susunan tenaga kerja
c. perbaikan standar kerja
d. perbaikan perintah dan instruksi
e. perbaikan kebijakan pengelolaan usaha.

Alat pengawasan

Alat pengawasan adalah : prosedur/ tekhnik tertentu yang menyajikan informasi organisasi yang berhubungan sedemikian rupa sehingga wirausah akan dibantu di dalam pengembangan strategi pengawasan organisme yang sesuai.

Alat- alat yang paling dikenal dan umum didgunakan adalah :

  1. Management pengecualian
  2. Analisa pulang-pokok
  3. analisa Rasio 
  4. Penganggaran
Bentuk-bentuk Kepemilikan Perusahaan :

a . Perusahaan perseorangan
Perusahan yang dimiliki dan di kelola oleh satu orang. Usaha dan pemiliknya adalah satu kesatuan dan sama di mata hukum.
Keunggulan perusahaan perseorangan: 
* mudah dibentuk
* bentuk kepemilikan yang paling murah untuk dimulai
* inseftif 
* kewenangan penuh untuk mengambil keputusan
* tidak ada pembatas hukum khusus
* mudah dihentikan
Kelemahan perusahaan perseorangan:
* kewajiban pribadi tidak terbatas
* keahlian dan kemampuan yang terbatas
* perasaan terisolasi
* keterbatasan ke akses modal
* kurangnya kesinambungan bisnis

 b. Persekutuan
Persekutuan dibagi menjadi 2 bagian yaitu:
persekutuan adalah kerjasama antara dua orang atau lebih yang bersama-sama yang memiliki perusahan dengan tujuan untuk menghasilkan laba.

Perjanjian persekutuan standar mencakup hal hal berikut:

1. Nama persekutuan 
2. Tujuan bisnis 
3. Domisili bisnis
4. Lama persekutuan
5. Nama para sekutu dab alamat resmi mereka. 
6. Konstribusi dari masing masing sekutu pada perusahaan, pada tahap pendirian dan
    selanjutnya.
7. Perjanjian tentang cara membagi keuntungan maupun kerugin.
8. Prosedur untuk memperluas bisnis melalui penambahan sekutu baru.
9. Kesepakatan distribusi aset jika para sekutu sepakat untuk mengkhiri persekutuan.
10. Penjualan saham anggota persekutuan.
11. Gaji,penarikan dan pengeluaran bagi sekutu.
12. Ketidakaktifan atau ketidakmampuan dari salah seorang sekutu.
13. Pembubaran persekutuan.
14. Perubahan atau modifikasi perjanjian persekutuan.
Keunggulan persekutuan:
Mudah didirikan, Keahlian yang saling melengkapi,Pembagian laba, Pengumpulan modal yang lebih besar,Kemampuan menarik sekutu terbatas,Sekutu terbatas,Silent partner,Tidak banyak peraturan pemerintah,Fleksibilitas,Tidak terkena pajak pemerintah.
Kelemahan persekutuan:
kewajiban takterbatas pada setidaknya seorang sekutu, akumulasi modal, kesulitan untuk menyingkirkan kepentingan persekutuan tanpa membubarkan persekutuan, kurangnya kesinambungan, potensi konflik pribadi dan wewenang,sekutu yang terikat dengan hukum keagenan.

Firma
Firma adalah sebuah bentuk persekutuan untuk menjalankan usaha antara dua orang atau lebih dengan memakai nama bersama. Pemiliki firma terdiri dari beberapa orang yang bersekutu dan masing-masing anggota persekutuan menyerahkan kekayaan pribadi sesuai yang tercantum dalam akta pendirian perusahaan.
Keunggulan firma:
1. badan usaha firma lebih mudah untuk memperluas usahanya
2. Semua keputusannya diambil bersama-sama.
3. Badan usaha firma tidak memerlukan akte, jadi pendiriannya relatif lebih mudah
Kelemahan firma:
1.       Apabila salah seorang anggota membatalkan perjanjian untuk menjalankan usaha
       bersama maka secara otomatis badan usaha firma menjadi bubar sehingga
       kelangsungan perusahaan tidak menentu.
2.       Jika salah satu anggota membuat kerugian, maka kerugian tersebut juga ditanggung
      oleh anggota yang lain.

CV
CV atau Comanditaire Venootschap adalah bentuk usaha yang merupakan salah satu alternatif yang dapat dipilih oleh para pengusaha yang ingin melakukan kegiatan usaha dengan modal yang terbatas. Karena, berbeda dengan PT yang mensyaratkan minimal modal dasar sebesar Rp. 50jt dan harus di setor ke kas Perseroan minimal 25%nya, untuk CV tidak ditentukan jumlah modal minimal. Jadi, misalnya seorang pengusaha ingin berusaha di industri rumah tangga, percetakan, biro jasa, perdagangan, catering, dll dengan modal awal yang tidak terlalu besar, dapat memilih CV sebagai alternatif Badan Usaha yang memadai

Keunggulan cv:
1.  Modal yang dikumpulkan lebih besar
2.  Lebih mudah menerima suntikan dana dikarenakan badan usaha persekutuan
     komanditer sudah cukup populer di Indonesia
3. Kemampuan manajemennya lebih besar
4  Pendiriannya relatif lebih mudah jika dibandingkan dengan PT.
Kelemahan cv:
1. Sebagian anggota atau sekutu di persekutuan komanditer mempunyai tanggung jawab
    tidak terbatas
2. Kelangsungan hidupnya tidak menentu
3. Sulit untuk menarik kembali modal yang telah ditanam, terutama bagi sekutu pimpinan
Persekutuan terbatas:
1.  Bentuk persekutuan terbatas dan kepemilikannya
2. Informasi izin tertulis persekututan terbatas
Persekutuan dengan Kewajiban Terbatas (LLP)
Jenis persekutuan terbatas dimana semua sekutu adalah sekutu terbatas, yang di beberapa negara bagian harus terdiri atas para profesional.
Persekutuan Terbatas Utama (MLP)
Persekutuan yang sahamnya diperdagangkan dibursa saham, seperti perseroan.Struktur bisnis yang relatif baru
Perseroan
Perseroan adalah suatu persekutuan untuk menjalankan usaha yang memiliki modal terdiri dari saham-saham, yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya. Karena modalnya terdiri dari saham-saham yang dapat diperjualbelikan, perubahan kepemilikan perusahaan dapat dilakukan tanpa perlu membubarkan perusahaan.

Macam macam perseroan:
1.  PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
2.  PT Garuda Indonesia (Persero)
3.  PT Angkasa Pura (Persero)
4.  PT Perusahaan Pertambangan dan Minyak Negara (Persero)
5.  PT Tambang Bukit Asam (Persero)


Perseroan pun dibagi kedalan 3 macam:
perseroan lokal, perseroan asing, perseroan luarnegri(alien corporation)).
Sifat sifat perseroan dibagi kedalam 2 macam yaitu perseroan terbuka dan perseroan tertutup.

Berikut cara mendirikan perseroan:
1. Nama perseroan
2. Pernyatan tujuan perseroan
3. Jangka waktu untuk perseroan
4. Nama dan alamat pendiri
5. Tempat bisnis
6. Jumlah modal saham yang diperbolehkan
7. Modal yang disyaratkan pada waktu pendirian perseroan
8. Perjanjian hak prioritas, jika ada, yang diberikan kepada pemegang saham
9. Pembatasan pemindahan hak saham
10. Nama dan alamat dari pejabat dan direktur perseroan
11. Aturan yang mengatur operasi perusahaan

Keunggulan perseroan:
1.  Kewajiban terbatas dari pemegang saham
2.  Kemampuan mengumpulkan modal
3.  Kemampuan untuk berlangsung selamanya
4.  Kepemilikan yang dapat dipindahkan

Kelemahan perseroan:
1.  Biaya dan waktu yang diperlukan dalam proses pendirian perseroan
2.  Pajak ganda
3.  Kemungkinan merosotnya insentif manajerial
4.  Persyaratan hukum dan peraturan pemerintah
5.  Kemungkinan pendiri kehilangan kendali perusahaan



Perseroan s :
Perseroan s adalah Perseroan yang memikliki karakteristik legal perseroan reguler namun memiliki keunggulan karena dikenakan pajak seperti persekutuan jika memenuhi kriteria tertentu.
Kriteria Perseroan Untuk Memperoleh Status “S”
1.  Memerlukan perseroan lokal (domestik corporation).
2.  Tidak diperkenankan adanya orang asing sebagai pememegang saham.
3.  Hanya dapat mengeluarkan satu kelas saham biasa.
4.  Harus membatasi pemegang sahamnya untuk perorangan.
5.  Tidak boleh memiliki lebih dari 100 pemegang saham.
6. Kurang dari 25% pendapatan bruto perseroan selama tiga tahun berturut-turut harus
    dari sumber pasif
Keunggulan Perseroran S
1. Laba dan rugi langsung menjadi tanggungan pemegang saham dan pajak pendapatan
     hanya satu kali pada tarif
3.       Menghindari tarif ganda

Perusahaan dengan Kewajiban Terbatas (LLC)
Bentuk kepemilikan yang relatif baru, seperti perseroan S yaitu persilangan antara persekutuan dan perseroan.LLC tidak terkena banyak persyaratan seperti yang dikenakan pada perseroan S.

Perseroan Profesional
Perseroan profesional dirancang khusus bagi para profesioan, seperti: dokter umum, dokter gigi, pengacara,akuntan dan lain lain dengan menawarkan keuntungan dari bentuk kepemilikan perseorangan.
1.  Bentuk perusahaan profesional dan kepemilikannya
2.  Contoh perseroan profesional
3.  Keterbatasa perseroan profesional dibandingkan dengan perseroan standar

Usaha patungan
Adalah usaha yang dilakukan 2 orang atau lebih bisa brupa barang atau uang.cth nya ,apabila si A mempunyai lapangan bola yang luas dan si B mempunyai agency untuk membuat sebuah konser musik.jadi kedua orang ini patungan dengan menggabungkan apa yang dimiliki k2 nya.

es'> � 6 < s �� � � an class=apple-converted-space> Membiarkan karyawan mengetahui keadaan perusahaan yang sebenarnya
    · Memberikan imbalan kepada karyawan dengan baik
    · Memberikan kepercayaan kepada karyawan
3. Tanggung jawab terhadap pelanggan
    Tanggung jawab perusahaan kepada pelanggan, meliputi dua kategori, yaitu:
    · Menyediakan barang dan jasa yang berkualitas
    · Memberikan harga produk yang wajar dan adil
      selain itu, perusahaan juga harus melindungi hak-hak pelanggan, yaitu:
    · Hak untuk mendapatkan produk yang aman
    · Hak untuk mendapatkan informasi tentang segala aspek
    · Hak untuk didengar
    · Hak untuk memilih apa yang akan dibeli
4. Tanggung jawab terhadap investor
    Tanggung jawab berupa menyediakan pengembalian investasi yang menarik dengan
    memaksimumkan laba dan melaporkan kinerja keuangan seakurat dan setepat
    mungkin.
5. Tanggung jawab terhadap masyarakat
    Tanggung jawab berupa menyediakan dan menciptakan kesehatan dan menyediakan
    berbagai kontribusi terhadap masyarakat yang berada di sekitar lokasi perusahaan.